have Fun on My page yaa...

have Fun on My page yaa...

Friday, 29 October 2010

STEP UP...!!!

Kamis, 28 Okt 2010, bareng ma Hayhay di margo Platinum, gw nonton Step Up 3 dan film-nya kereeeeeeennnnnnnnn banget... Ga kalah ma Streetdance, malah lebih bagus, ramai, dan enerjik. Meskipun ga nonton Step Up 1-2, tapi gw suka film ini. Secara, I love dancing... ^^

Step Up brktnya rencananya tahun 2012 dengan judul Step Up 4Ever.
Pokoknya siiippp dehh... Oiya, nontonnya yg ga 3D, tapi gapapa... =D

STEP UP 3D (ST3D)


Pindah dari Baltimore menuju New York, “Step Up” menampilkan Moose (Adam Sevani) bergabung dengan penari jalanan yang diketuai oleh Luke (Rick Malambri). Bersama-sama, mereka berjuang memenangkan kompetisi menari di kota tersebut.

Jenis Film : Drama Musical
Produser : Patrick Wachsberger, Erik Feig, Adam Shankman, Jennifer Gibgot
Produksi : Summit Entertainment, Touchstone Pictures

Cast & Crew
Pemain : Rick Malambri, Adam Sevani, Sharni Vinson, Alyson Stoner
Sutradara : Jon Chu
Penulis : Amy Andelson, Emily Meyer

(21cineplex)

Thursday, 28 October 2010

gw berhak bahagia...

Setelah apa yang terjadi, gw berhak untuk bahagia...tertawa dan tersenyum...
Ga mau sedih dan sendu terus
Itu aja...
Ha...ha...ha...
______________

"Tak mau lagi aku percaya
Pada semua kasih sayangmu
Tak mau lagi aku tersentuh
Pada semua pengakuanmu

#
Kamu takkan mengerti rasa sakit ini
Kebohongan dari mulut manismu

Reff:
Pergilah kau
Pergi dari hidupku
Bawalah semua rasa bersalahmu
Pergilah kau
Pergi dari hidupku
Bawalah rahasiamu yang tak ingin kutahui

Tak mau lagi aku terjerat
Pada semua janji-janjimu
Tak mau lagi aku terkait
Pada semua permainanmu

Back to #, Reff

Bertahun-tahun bersama
Kupercayaimu
Kubanggakan kamu
Berikan s’galanya
Aku tak mau lagi
Ku tak mau lagi huoo… Yeee…Hee…

Back to Reff

Pergilah kau
Tak ingin kutahui
Pergilah kau
Ku tahui"

OST. From : Sherina-Pergilah Kau

Wednesday, 27 October 2010

Satu Jam Saja

Film-nya bagus...
Meskipun nonton sendiri,, gw bersyukur karena ga ada yang perlu tahu bagaimana gw menangis dalam tertawa.






Sinopsis:

Andika (Vino G. Bastian), Gadis (Revalina S. Temat) dan Hans (Andhika Pratama). Mereka adalah sahabat sejati dan masing-masing berjanji untuk saling menjaga namun tidak saling mencintai. Andika berkesempatan mendapat beasiswa untuk pergi kuliah ke Jerman.

Kedua sahabatnya (Gadis dan Hans) pergi mencarinya untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, namun ternyata dalam perjalanan mereka mendapat musibah dan kendaraan yang ditumpanginya mengalami kerusakan. Hujan begitu lebat, Hans merencanakan sebuah perbuatan terkutuk dan Gadis harus menerima akibatnya Andika yang sejak lama mencintai Gadis mengambil alih tanggung jawab tersebut walaupun Andika harus kehilangan masa depannya dengan melepas beasiswa kuliah di Jerman.

Hans datang kembali dan ingin merebut Gadis. Sebagai seorang sahabat sejati , Andika lebih memikirkan kebahagiaan Gadis, yang ada dalam pikiranya adalah melindungi Sahabat sekaligus istrinya dengan menyembunyikan pertemuannya dengan Hans. Semakin lama Gadis menyadari betapa besar cinta Andika namun waktu tak dapat menunggu kebahagiaan mereka.

Akankah kebahagian mereka terwujud? Satu Jam Saja….

_____________

Press Release I (1 Juni 2010)

Setelah sekian lama. KARNOS FILM kembali memproduksi film layar lebar bergenre drama berjudul “Satu Jam Saja”, yang mana cerita dan scenario ditulis oleh Rano Karno dan disutradarai oleh Ario Rubbik.

Film Ini bercerita tentang persahabatan tiga anak manusia bernama Andika (Vino G.Bastian), Gadis (Revalina S.Temat) dan Hans (Andhika Pratama).

Persahabatan yang pada awalnya dijalani dengan begitu tulus diantara mereka, ternodai oleh perbuatan Hans terhadap Gadis yang dilakukan tanpa ada rencana sebelumnya.

Akibat perbuatan tersebut, hubungan persahabatan mereka menjadi retak, Hans pergi entah kemana, sementara Andika yang merasa turut bersalah mengambil alih tanggung jawab yang seharusnya dilakukan oleh Hans.

Namun Hans dating kembali dan ingin merebut kembali cinta Gadis. Sebagai seorang sahabat sejati, andika lebih melindungi sahabat sekaligus istrinya dengan menyembunyikan pertemuannya dengan Hans. Semakin lama Gadis menyadari betapa besar cinta Andika namun waktu tak dapat menunggu kebahagiaan mereka.

Pengambilan gambar akan mulai dilakukan pada tanggal 7 Juni 2010 dengan lokasi jabotabek, Cibodas dan Pantai Bayah.

Selain dibintangi oleh pemain muda berbakat, film ini juga dibintangi oleh pemain senior diantaranya adalah Rano Karno, Widyawati, Marini dan Rima Melati..

_______________

Pemainnya:

Vino G.Bastian (Andika)

Andika adalah seorang laki-laki muda berumur 22 tahun, pintar, berpenampilan cuek apa adanya. Andika seorang yang sangat menjaga solidaritas terhadap kawan, dan sangat menyayangi Gadis sebagai sahabat sejatinya. Andika sangat tertutup kepribadiannya terhadap teman-temannya. Ia berasal dari golongan keluarga sederhana.


Revalina S.Temat (Gadis)

Ia adalah seorang gadis berumur 20 tahun dengan penampilan yang fashionable, bergaya dan berasal dari golongan menengah. Gadis memiliki sifat keras kepala namun punya solidaritas yang tinggi terhadap lingkungannya. Diam-diam Gadis memiliki rasa suka terhadap Hans


Andhika Pratama (Hans)

Hans adalah seorang laki-laki berumur 22 tahun, berasal dari keluarga kaya raya, teman satu kuliah Andika. Hans berpenampilan casual dan relax, fashionable dan bersifat agak lebih terbuka serta punya perasaan suka kepada Gadis, namun tak mungkin memacarinya karena telah berkomitmen dengan persahabatannya antara Andika dan Gadis sendiri.


Rini Yuliyanti (Asti)
Asti adalah seorang perempuan berumur 20 tahun yang tinggal di pedesaan namun bergaya kota dan berpendidikan. Asti berpenampilan rapi dan terlihat cantik tidak neko neko. asti memiliki sifat yang care terhadap orang yang ia sayangi.

Imei Liem (Sally)

Sally adalah gadis muda yang kaya berumur 20 tahun yang sangat cuek akan dirinya dan lingkungan, namun ia peduli dan sayang terhadap Gadis, Andhika, Hans sebgai kawan sejatinya. sally perokok dan ia bukan seorang yang panikan terhadap masalah yang didengarnya (curhatan orang lain), mempunyai solidaritas yang tinggi untuk membantu, semampunya.


Rano Karno (Pak Hendro)

Pak hendro laki laki berumur 45 tahun, dia adalah paman Andhika. Pak hendro adalah kepala personalia di salah satu perusahaan yang berkecimpung di bidang otomotif, ia sangat menyayangi andhika sebagai anak sendiri. ia bersifat tegas.


Marini (Bunda)
Bunda berumur 50 tahun bunda adalah ibu dari GADIS, ia wanita yang menghidupi gadis dari kecil (single parent). ia bersifat keras dalam kedisiplinan, sangat melindungi gadis karena smerupakan anak semata wayangnya.
Bunda berpenampilan rapi dan tidak mencolok untuk ukuran orang kaya.

Rima Melati (Ibu Yani)
Ibu yani adalah orang tua andhika berumur 50 tahun, ibu yani juga single parent, yang berhasil menghidupi anaknya (Andhika), ia sangat menyayangi andhika karena anak satu satunya. ibu yani bersifat terbuka dalam pemikiran, dan tidak keras akan sikap. ibu yani berpenampilan lebih kuno tapi rapih tidak kampungan.

Widyawati (Dr.Ila)

Dr.Ila Dokter adalah dokter setengah paruh baya yang bekerja pada suatu Rumah Sakit yang spesialis dalam kandungan dan persalinan.


OST...

SATU JAM SAJA -- Karmela

Jangan berakhir aku tak ingin berakhir
satu jam saja kuingin diam berdua
mengenang yang pernah ada

jangan berakhir karena esok takkan lagi
satu jam saja hingga kurasa bahagia
mengakhiri segalanya

tapi kini tak mungkin lagi
katamu semua sudah tak berarti
satu jam saja
itupun tak mungkin, tak mungkin lagi

jangan berakhir kuingin sebentar lagi
satu jam saja ijinkan aku merasa
rasa itu pernah ada


DARI HATI -- Club Eighties

Andai engkau tahu
Bila menjadi aku
Sejuta rasa dihati
Lama tlah kupendam
Tapi akan kucoba mengatakan

Reff:

Ku ingin kau menjadi milikku
Entah bagaimana caranya
Lihatlah mataku untuk memintamu
Ku ingin jalani bersamamu
Coba dengan sepenuh hati
Ku ingin jujur apa adanya
Dari hati

Kini engkau tahu
Aku menginginkanmu
Tapi takkan kupaksakan
Dan kupastikan
Kau belahan hati bila milikku

Menarilah bersamaku dengan bintang-bintang
Sambutlah diriku untuk memelukmu

_______________

taken from : www.satujamsaja.com

ida mayanti

Beberapa menit yang lalu, saya dengan iseng mencari nama saya sendiri di google. Pada halaman pertama terpampang informasi mengenai akun twitter dan blog saya, namun halaman berikutnya menunjukkan saya sebagai seorang koordinator sebuah kegiatan. Tidak pelak, memori saya akan peristiwa di akhir Desember 2009 itu muncul kembali. Ada kesedihan, kekecewaan, dan ketakutan yang melanda. Saya memang tidak mampu menjadi seorang pemimpin tangguh dan kuat. Saya tidak mampu menjadi konseptor yang baik, apalagi pelaksana di lapangan. Hanya saja, saya merasa bahwa saya sudah merapikan konsep-konsep itu, tapi tidak ada yang memperhatikan secara detail. Saya merinci semua persiapan, tapi tidak ada yang memperhatikan, pada akhirnya semua menjadi berantakan. Saya tidak patut menyalahkan rekan dan teman yang telah membuat dan menjalankan kegiatan ini. Semua memang salah saya, seandainya saya leader yang baik, maka saya akan berkomunikasi dengan lancar, tapi itu tidak terjadi.

Kini, tinggalah penyesalan dan ketakutan setiap kali mengingatnya. Tidak dapat saya bayangkan apabila ada orang yang mengenal saya hanya sebagai koordinator kegiatan yang terdapat korban tewas satu orang.

"Kamu kenal Ida Mayanti? Mapala UI?"
"Tidak. Memang siapa dia?"
"Dia yang pegang acara akhir Desember 2009 di Semeru waktu itu. Ada korban tewasnya 1 orang, lho."
"Oh. Ko' bisa?"
"Ngga ngerti..."

Ya Tuhan... Sampai kapan trauma ini harus terjadi? Setiap tahun-kah? Dimana setiap memasuki bulan Desember, maka sebagian orang akan mengingat peristiwa itu. Mereka tidak akan melupakannya sampai kapanpun. Dan bukankah saya akan selalu terkait dengan hal itu?

Desember 2009, Desember 2010, Desember 2011, dan seterusnya.

"Mana nih panitia yang waktu itu? Ko' ga ada acara setahunnya?"
"Iya! Ga bertanggung jawab banget koordinatornya."

Ya Tuhan... Ampuni kelalaian saya dan berikan tempat yang terbaik untuk almarhum di sisi-Mu.
Berikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan dan sahabat-sahabat yang mencintainya.
____________


Pernah kuingin berlari dari semua ini
Dari semua orang yang mengenalku

Pernah kuingin melepas nomor kebanggaan ini

Tapi itu tidak menyelesaikan apapun

Pernah kuingin semua orang membenciku

Sehingga aku menjadi orang yang baru

Pernah kuingin mati saja

Tapi Tuhan masih memberikan kesempatan

Aku muak dengan segala pikiran

Aku benci dengan semua ketakutan

Maka, biarkan aku menatap gunung dan lautan dari sini saja, kawan

Tuesday, 26 October 2010

Obat

Sudah 3 hari ini 3 buah penyakit menyerangku. Batuk, pilek, dan puyeng. Ketika mama menawarkan untuk mengajak aku memeriksakan diri ke Puskesmas ataupun ke Yakri (salah satu klinik dokter), aku menolaknya karena aku tidak suka dan memang tidak mau. Pada akhirnya mama membelikan aku komix untuk menyembuhkan batukku. Pengobatan itu diselingi dengan membuatkan secangkir susu cokelat. Seperti saat ini, masih di kamar yang sempit dan berisiknya hujan, mama sudah pulang dari mengaji. Selesai shalat asar, beliau membuatkan aku susu. Betapa nikmatnya.

Untuk beberapa hal, aku memang tidak sendiri. Masih ada mama di rumah ini yang dengan setia menemani aku di tengah kesibukan menyelesaikan tugas akhir. Mama selalu membangunkan aku untuk shalat Isya sekaligus Tahajjud. Usai shalat subuh, mama akan membelikan aku nasi uduk atau lontong sayur. Aku terbiasa makan pagi di antara pukul setengah 6 hingga tepat jam 6 sambil menonton berita. Kemudian berberes rumah, untuk kemudian tenggelam di kamar. Mama akan mengingatkan aku untuk shalat zuhur. Menyiapkan makan siang sampai mengingatkan kembali ketika adzan asar. Selesai maghrib, aku akan kembali ke kamar atau menonton tv untuk kemudian terlelap. Jarang makan malam dan shalat isya tepat waktu. Padahal mama dengan cerewetnya selalu mengingatkan. Aku tahu, suatu saat nanti aku akan merindukan hal itu. Entah mama duluan atau aku yang terlebih dahulu.

Obatku memang komix dan susu. Tapi, obat sesungguhnya adalah mama. Maka, bagaimana aku akan menyakitinya?

Love U, Mom...